:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/782557/original/095909300_1418909812-mata_1.jpg)
Selain permasalahan Bank Mata dan izin, Yendra menyebut jika Ahmadiyah memiliki masalah pada bagaimana cara pengambilan donor mata. Karena menurutnya, Bank Mata juga tidak memiliki sumber daya manusia (SDM) yang cukup banyak.
"Masalah selanjutnya itu adalah untuk ngambilnya (donor mata), ngambilnya itu hanya di Jakarta, Cirebon, mungkin Bandung, yang deket-deket, di luar Jawa itu sulit. Itu jadi tantangannya," kata dia.
Oleh karena itu, Yendra ingin ada yang memfasilitasi kegiatan Ahmadiyah ini. Demi tetap bisa mengambil donor mata, kata dia, Ahmadiyah akhirnya membuat pelatihan sendiri.
"Kami ingin ada yang mampu memfasilitasi agar ada yang mengakselerasi semangat donor mata di kami. Orang udah ingin, tapi enggak bisa diambil. Sehingga akhirnya kami sendiri kemudian mencoba memberikan support dengan membuat pelatihan bikin SDMnya sendiri, di-training oleh dokter-dokter mata, dibiayai oleh kami sendiri untuk mengambil itu (donor mata) membantu Bank Mata," terangnya.
Jadi, lanjut Yendra, karena minim bantuan, akhirnya Ahmadiyah memfasilitasi sendiri untuk supaya ada tenaga-tenaga ahli yang bisa mengambil donor mata. Padahal menurutnya, saat ini kebutuhan untuk donor mata sangat banyak.
"Sementara kebutuhan atas kornea mata itu 3 juta saat ini. 3 juta orang dan itu kebanyakan karena kasus katarak. Ini yang sebetulnya kita ingin, terus terang kita juga enggak mampu sendiri komunitas Ahmadiyah, harus dengan komunitas yang lain kampanye itu (donor mata)," ucap dia.
Meski mengaku sudah beberapa kali datang ke Kementerian Kesehatan, Yendra mengaku belum mendapat tanggapan. "Beberapa kali kita ke Kementerian Kesehatan agar bagaimana membantu Bank Mata ini agar kami ini bisa lebih dari ini," tutur dia.
Yendra berharap, selain Bank Mata yang memang resmi, Ahmadiyah juga bisa membantu donor mata.
"Cuma memang handycap-nya adalah masalah fatwa keagamaan, masih bahwa ini adalah haram. Kalau Bank Mata itu kan sudah resmi, pengasuhnya Prof Habibie. Nah hanya memang terus terang masih butuh profesionalisme, masih butuh support lebih di Bank Mata," pungkas Yendra.
from Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com kalo berita kurang lengkap buka link disamping https://ift.tt/2Dnr3AA
No comments:
Post a Comment