:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2498966/original/065068700_1543399542-kanker.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Seorang bocah survivor kanker berusia 11 tahun mendapat diskriminasi dari gurunya sendiri. Bocah dari Huai'an, Tiongkok itu duduknya dipisahkan dari teman-teman karena sang guru yakin penyakitnya menular.
Anak itu didiagnosis dengan limfoma Non-Hodgkin, sejenis kanker yang berasal dari sistem limfatik. Ia dinyatakan bebas kanker setelah serangkaian kemoterapi.
Mengutip dari Shanghaiist, setelah berhasil sembuh dari kanker, keluarga bocah itu mendaftarkannya ke sekolah baru di daerah itu. Sampai suatu ketika, sang ayah yang hanya diidentifikasi dengan nama keluarga Zhou, menemukan putranya dihina ketika bicah itu pulang tanpa nilai tengah semester.
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:
White tea atau teh putih memiliki kandungan antioksidan yang paling tinggi dan berguna untuk melindungi tubuh dari radikal bebas.
No comments:
Post a Comment